Kang Sunu — My Personal Blog Notes
News Update
Loading...

Senin, 09 Maret 2020

Auto Deploy CodeIgniter dengan Gitlab-CI dan Heroku

Auto Deploy Codeigniter ke Heroku dengan Gitlab CI/CD

Kehadiran GIT sangat membantu kita dalam pengembangan aplikasi, apalagi kita yang bekerja dalam sebuah tim. Pengembangan software saat ini sudah mulai banyak beralih menggunakan Continuous Integration (CI), Continuous Delivery (CD) dan Continuous Deployment (CD) atau lebih sering disebut dengan istilah CI/CD.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara tentang mendeploy aplikasi PHP dengan framework CodeIgniter ke Heroku. Saya anggap kalian yang datang membaca tulisan saya ini telah memahami apa itu Git, Gitlab dan Heroku.

Persiapan:

Langkah:
Dalam tulisan ini, cara deploy aplikasi CodeIgniter akan saya urutkan menjadi beberapa step seperti ini:


# Pengaturan Heroku
Pada langkah ini, kita akan mengambil nama projek dan API KEY dari akun Heroku yang telah kita buat. Jadi saya harap teman-teman sudah memiliki akun Heroku, bila belum memiliki akun Heroku silahkan daftar melalui heroku.com.
  1. Langkah pertama, silahkan persiapkan projek kalian dengan membuat projek baru ataupun menggunakan projek yang sudah ada.
    Sebagai contoh, saya membuat projek baru dengan nama codeigniter-autodeploy.
    Membuat Projek Baru di Heroku
    Nantinya, projek yang baru saja kita buat akan beralamat namaprojek.herokuapp.com. Pada projek yang baru saja saya buat maka projek akan beralamat http://codeigniter-autodeploy.herokuapp.com/.
  2. Kemudian, ambil API-KEY dari akun Heroku kita dengan cara masuk ke Account Settings yang terdapat pada panel user akun Heroku kalian.
  3. Selanjutnya pada bagian bawah akan terlihat API Key dari akun Heroku kalian, salin dan simpan API Key kalian.
Dari langkah pengaturan Heroku ini, kita akan menyimpan nama projek dan API Key dari akun Heroku kita. Pada bagian ini, maka nama projek dan API Key saya adalah:
HEROKU_APP: codeigniter-autodeploy
HEROKU_API_KEY: gd54434-xxxx-xxxx-xxxx-0r4ls923s9


# Pengaturan Gitlab Repositori
Baiklah, pada tahap ini kita menyiapkan sebuah repositori yang ada pada Gitlab kita. Bila belum memiliki repositori, silahkan buat terlebih dahulu dan isikan project dari CodeIgniter atau kalian bisa menggunakan repositori yang sudah ada yang berisi aplikasi CodeIgniter.

Kemudian, simpan credential dari Heroku yang telah kita dapatkan tadi yaitu HEROKU_APP dan HEROKU_API_KEY ke dalam Gitlab CI/CD Variable. Caranya, buka pengaturan CI/CD pada repositori yang kalian gunakan kemudian atur seperti gambar berikut:
Cara Menambahkan Variable di Gitlab CI/CD


# Deploy Aplikasi CodeIgniter
Langkah terakhir kita akan mengatur otomatisasi deployment (auto deploy) aplikasi CodeIgniter kita pada Heroku. Jadi setiap ada kodingan yang ter-push ke repositori, maka Heroku akan menggunakan kodingan yang terbaru sesuai dengan apa yang terdapat pada repositori. Untuk membuat auto deploy ini, kita cukup membuat file .gitlab-ci.yml pada root repositori.
Berikut adalah script .gitlab-ci.yml yang kita gunakan untuk membuat auto deploy pada projek CodeIgniter kita:
# Auto Deploy CodeIgniter with Gitlab by Kang Sunu
# https://www.kangsunu.web.id/2020/03/auto-deploy-codeigniter-dengan-gitlab.html
heroku:
  stage: deploy
  only:
    - master
  script:
    - apt-get update -qy
    - apt-get install -y ruby
    - gem install dpl
    - dpl --provider=heroku --app=$HEROKU_APP --api-key=$HEROKU_API_KEY

Perlu kita ketahui, Heroku membutuhkan Web Server untuk menjalankan script PHP yang terdapat pada repositori kita. Maka dari itu, kita perlu menambahkan script untuk menginstal Web Server di Heroku terlebih dahulu dengan cara menambahkan file Procfile pada root repositori. Pada umumnya Web Server yang digunakan yaitu Apache2 dan Nginx, berikut adalah script Procfile yang digunakan untuk menambahkan Apache2 ataupun Nginx pada Heroku.
Procfile untuk Apache2:
web: vendor/bin/heroku-php-apache2

Sedangkan untuk Nginx, kita membutuhkan dua file konfigurasi, yaitu Procfile dan heroku.nginx.conf (opsional) untuk mengaktifkan rewrite url.
Procfile untuk Nginx:
web: vendor/bin/heroku-php-nginx -C heroku.nginx.conf

heroku.nginx.conf
index index.html index.php;

location / {
    # try to serve file directly, fallback to rewrite
    try_files $uri $uri/ @rewriteapp;
}

location @rewriteapp {
    # rewrite all to app.php
    rewrite ^(.*)$ /index.php/$1 last;
}

location ~ ^/(app|app_dev|config)\.php(/|$) {
    try_files @heroku-fcgi @heroku-fcgi;
    internal;
}


location = /favicon.ico { access_log off; log_not_found off; }
location = /robots.txt  { access_log off; log_not_found off; }
error_page 404 /index.php;


Semua proses konfigurasi pada tahap ini sudah selesai semua, sentuhan terakhir yaitu menambahkan file konfigurasi yang telah kita buat tadi ke dalam repositori projek kita dengan cara push.
Source code konfigurasi pada tulisan saya ini bisa dilihat di Github saya disini https://github.com/sunuazizrahayu/codeigniter-heroku-autodeploy.

Demikian tulisan saya mengenai pembuatan auto deploy Codeigniter di Heroku menggunakan Gitlab CI/CD, semoga tulisan saya ini bermanfaat dan menjadi amal baik saya. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

Selasa, 04 Februari 2020

Cara Instal LEMP Stack (Nginx, MySQL, PHP) di Ubuntu

Bagi teman-teman yang merupakan web developer, pasti sudah tidak asing dengan istilah LEMP. LEMP adalah singkatan dari Linux, NGINX, MySQL dan PHP. Jadi LEMP stack adalah seperangkat aplikasi yang digunakan secara bersamaan untuk menjalankan web server pada sistem operasi Linux. LEMP sendiri bagi saya sangat bermanfaat dalam development aplikasi PHP. Pada operasi sistem Windows, biasa kita kenal pada aplikasi yang bernama XAMPP yang mana pada aplikasi tersebut sudah mencantumkan Apache sebagai web server, MariaDB / MySQL sebagai database, dan PHP sebagai bahasa pemrograman.
Pada tutorial kali ini saya berbagi tutorial tentang cara instal LEMP Stack di Linux yang mana saya menggunakan Ubuntu 18.04 dan PHP 7.3, sedangkan untuk versi lain bisa menyesuaikan.
Langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam instalasi LEMP (Nginx, MySQL, PHP) di Ubuntu yaitu:
  1. Instal Nginx
  2. Instal PHP 7.3
  3. Instal MySQL
  4. Instal phpMyAdmin
  5. Konfigurasi Nginx
  6. Konfigurasi MySQL
Langsung saja kita lakukan cara instalasi LEMP di Ubuntu 18.04 dengan PHP versi 7.3.
Instalasi Nginx
sudo apt install nginx

Instalasi PHP 7.3
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
Install beberapa php-extension dengan command berikut:
sudo apt install php7.3-fpm php7.3-cli php7.3-mysql php7.3-gd php7.3-imagick php7.3-recode php7.3-tidy php7.3-xmlrpc

Instalasi MySQL
sudo apt install mysql-server mysql-client

Instalasi phpMyAdmin
wget https://www.phpmyadmin.net/downloads/phpMyAdmin-latest-all-languages.zip -O phpmyadmin.zip
unzip phpmyadmin.zip
sudo mv phpMyAdmin-*-all-languages /usr/share/phpmyadmin
sudo chmod -R 0755 /usr/share/phpmyadmin
sudo mkdir /usr/share/phpmyadmin/tmp/
sudo chown -R www-data:www-data /usr/share/phpmyadmin/tmp/
sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/html

Konfigurasi Nginx
Backup terlebih dahulu konfigurasi bawaan Nginx kita dengan cara berikut:
sudo cp /etc/nginx/sites-available/default /etc/nginx/sites-available/default.bak
Kemudian kita buka file konfigurasi dari Nginx kita:
sudo nano /etc/nginx/sites-available/default
Tambahkan index.php pada baris berikut:
# Add index.php to the list if you are using PHP
index index.html index.htm index.nginx-debian.html;
Sehingga menjadi:
# Add index.php to the list if you are using PHP
index index.html index.htm index.nginx-debian.html index.php;

Kemudian, uncomment konfigurasi PHP-nya sehingga menjadi seperti ini:
# pass PHP scripts to FastCGI server
#
location ~ \.php$ {
        include snippets/fastcgi-php.conf;

        # With php-fpm (or other unix sockets):
        fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.0-fpm.sock;
#       # With php-cgi (or other tcp sockets):
#       fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
}
Karena pada tulisan ini kita menggunakan PHP 7.3, maka ganti
fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.0-fpm.sock;
menjadi
fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.3-fpm.sock;

Kemudian tambahkan kode konfigurasi berikut:
location /phpmyadmin {
     index index.php index.html index.htm;
     root /usr/share;
}

Sehingga konfigurasi akhirnya akan seperti ini:
server {
 listen 80 default_server;
 listen [::]:80 default_server;

 # include snippets/snakeoil.conf;

 root /var/www/html;

 # Add index.php to the list if you are using PHP
 index index.html index.htm index.nginx-debian.html index.php;

 server_name _;

 location / {
  # First attempt to serve request as file, then
  # as directory, then fall back to displaying a 404.
  try_files $uri $uri/ =404;
 }

 location /phpmyadmin {
  index index.php index.html index.htm;
  root /usr/share;
 }

 # pass PHP scripts to FastCGI server
 #
 location ~ \.php$ {
  include snippets/fastcgi-php.conf;
 
  # With php-fpm (or other unix sockets):
  fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.3-fpm.sock;
  # With php-cgi (or other tcp sockets):
  ##fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
 }
}

Konfigurasi MySQL
Konfigurasi MySQL ini akan kita gunakan untuk mengakses phpMyAdmin yang telah kita instal tadi.
sudo mysql
CREATE USER 'usernamekamu'@'localhost' IDENTIFIED BY 'passwordkamu';
GRANT ALL PRIVILEGES ON * . * TO 'usernamekamu'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;

Baik, setelah semua telah terkonfigurasi, masukkan perintah berikut:
sudo service nginx restart; sudo service php7.3-fpm start; sudo service mysql start;

Demikian adalah cara instal LEMP Stack di Ubuntu. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman developer yang sedang mencari artikel untuk menginstal LEMP.

*Diperbaharui pada 13 Maret 2020

Sabtu, 05 Oktober 2019

Cara Menggunakan phpdotenv ( .env ) pada CodeIgniter 3

Integrasi .env pada CodeIgniter

Saat kita membangun sebuah aplikasi, kebanyakan dari kita biasanya menyimpan data credential seperti konfigurasi database maupun yang lainnya langsung pada kode program. Apabila kita sudah bekerja secara tim dalam membangun sebuah proyek aplikasi, bisa jadi antar developer menggunakan credential yang berbeda. Hal seperti ini tentunya akan menghambat kerjasama tim karena harus menyamakan credential antar developer terlebih dahulu. Belum lagi kita juga harus mengkonfigurasi data credential antar environment.
Pada framework CodeIgniter, kita dapat memisahkan data credential antar environment dengan cara memisahkannya dengan direktori. Namun hal ini, data tersebut tetap akan masuk pada Git repo. Hal ini pun kurang begitu efektif dan tidak begitu aman karena semua kolaborator pada proyek tersebut dapat mengetahui data credential yang bisa jadi hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan untuk menyimpan data credential tersebut.
Permasalahan seperti ini pernah saya alami saat mengatur data credential pada development environment, yang mana pada saat itu terjadi konflik pada pengaturan config database saat melakukan merge pada repo. Selain itu saya juga harus mengganti konfigurasi lainnya pada server production yang mana seperti kita ketahui, konfigurasi di CodeIgniter berada pada file yang berbeda-beda. Jadi kita harus mengedit satu-per-satu file konfigurasi sesuai dengan environment yang kita pakai. Untuk mengatur data credential yang saling terpisah tersebut ternyata lumayan memakan waktu. Hingga akhirnya kami (saya dan tim developer lain) berdiskusi dan memutuskan untuk menggunakan file .env sebagai tempat untuk menyimpan seluruh data credential. Pengambilan keputusan ini juga terinspirasi dari framework Laravel yang mana pada framework tersebut memang sudah menggunakan file .env sebagai tempat penyimpanan data credentialnya. Dan disini kita akan mengimplementasi file .env agar berjalan di framework CodeIgniter.

Instalasi phpdotenv di CodeIgniter
Untuk langkah pertama, kita harus mengaktifkan composer pada proyek CodeIgniter terlebih dahulu. Untuk cara instalasi composer di CodeIgniter akan saya paparkan di lain waktu.
  1. Buka file config.php yang terdapat pada path berikut:
    application/config/config.php
  2. Aktifkan Composer
    $config['composer_autoload'] = true;
  3. Masuk ke directori application melalui command line dan lakukan perintah berikut:
    composer require vlucas/phpdotenv ^3.6
    composer install
  4. Langkah pertama untuk Instalasi package PhpDotENV di CodeIgniter selesai.

Konfigurasi phpdotenv di CodeIgniter
Pada langkah kedua ini, kita akan melakukan konfigurasi agar CodeIgniter otomatis membaca file .env. Ada beberapa cara untuk melakukan konfigurasi phpdotenv pada CodeIgniter, salah satunya menggunakan Hooks. Untuk menggunakan fitur Hooks dari CodeIgniter, kita aktifkan dulu melalui file config.php yang terdapat pada application/config/config.php menjadi seperti ini:
$config['enable_hooks'] = TRUE;
Lalu buka file hooks.php yang terdapat pada application/config/hooks.php dan masukkan kode berikut:
# Load phpdotenv
$hook['pre_system'] = function() {
 $dotenv = Dotenv\Dotenv::create(APPPATH);
 $dotenv->load();
};

Selanjutnya, buatlah file .env di dalam direktori application. Gunakan text editor seperti Sublime atau yang lainnya untuk membuat file tersebut.

Penggunaan .env pada CodeIgniter
Pada bagian ini adalah langkah terakhir dalam integrasi .env pada CodeIgniter, yaitu menggunakan variabel ENVIRONMENT pada konfigurasi bawaan CI. Sebagai contoh saya akan mengubah konfigurasi database menggunakan .env.
  1. Buka file .env yang sudah kita buat pada langkah sebelumnya dan masukkan data berikut:
    # Database Configuration
    DB_HOSTNAME="localhost"
    DB_USERNAME=""
    DB_PASSWORD=""
    DB_DATABASE=""
    DB_DRIVER="mysqli"
  2. Buka file konfigurasi database.php yang terdapat pada application/config/database.php
  3. Ganti value dari variabel konfigurasi dengan variabel environment seperti contoh di bawah ini:
     'hostname' => getenv('DB_HOSTNAME'),
     'username' => getenv('DB_USERNAME'),
     'password' => getenv('DB_PASSWORD'),
     'database' => getenv('DB_DATABASE'),
     'dbdriver' => getenv('DB_DRIVER'),
    *NB: penggunaan environment variabel bisa menggunakan getenv(), $_ENV[], $_SERVER[]

Baiklah, demikian cara integrasi file .env pada framework CodeIgniter. Semoga tulisan saya bermanfaat untuk teman-teman yang pernah ataupun sedang mengalami permasalahan yang sama seperti saya. Penggunaan file .env pada tulisan saya ini hanyalah contoh kecil dari penggunaan package phpdotenv itu sendiri, semoga teman-teman dapat mengembangkan penggunaan .env itu sendiri.
Contoh dari penggunaan .env di CodeIgniter bisa dilihat di akun github saya disini:
https://github.com/sunuazizrahayu/phpdotenv-for-codeigniter

*Diperbaharui pada, 8 Februari 2020


Referensi:
http://roopampoddar.com/2016/01/26/integrating-phpdotenv-env-files-in-codeigniter-3-0-using-hooks/

Kamis, 03 Oktober 2019

Sinkronisasi Github Fork Repositori Agar Selalu Update

Saat kita melakukan kolaborasi dalam sebuah proyek Open Source, kita biasanya diminta untuk melakukan percabangan atau fork dari repositori asli (selanjutnya saya singkat menjadi repo). Fork adalah aktivitas melakukan salinan proyek kedalam akun Github kita. Hasil salinan ini memungkinkan kita untuk bebas bereksperimen ataupun melakukan perubahan tanpa mempengaruhi repo asli / utamanya.

Saat kita melakukan percabangan repo (fork), kita tidak akan mendapatkan update dari repo asli. Hal ini menyebabkan apabila repo utama memiliki update, fork repo pada akun Github kita tidak akan otomatis mengikuti repo aslinya. Jadi untuk menghindari masalah saat kita mencoba untuk melakukan sebuah perubahan / commit, lebih baik kita menjaga agar fork repo tetap up to date.

Berikut cara membuat Fork Repositori kita agar selalu uptodate.
  1. Pertama, lakukan fork dan clone repositori terlebih dahulu.
  2. Kedua, masuk kedalam direktori repositori tersebut. 
  3. Lihat list remote yang terdapat pada fork repo yang telah kita clone dengan perintah berikut.
    git remote -v
  4. Tambahkan remote asli dari repo yang kita fork dengan perintah berikut:
    git remote add upstream https://github.com/ORIGINAL_OWNER/ORIGINAL_REPOSITORY.git
  5. Lakukan fetch dari repo asli
    git fetch upstream
  6. Bila sudah, sekarang kita pindah ke branch master
    git checkout master
  7. Lakukan merge dari upstream/master kedalam branch master
    git merge upstream/master

Sekarang perubahan yang ada pada repo asli sudah dimasukkan ke dalam lokal branch kita, lakukan push apabila kamu ingin memperbaharui fork repo kamu. Hal yang perlu kita ingat bahwa sebelum kita melakukan perubahan, pastikan untuk memperbarui fork repo kita. Hal ini akan menghindari kita menemui konflik saat melakukan merge. Lakukan step 5 sampai 7 secara berkala agar kita selalu mendapatkan update terbaru dari repo asli.
Demikian tips agar membuat fork repository selalu up-to-date, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan tulisan saya ini. Terimakasih.

Referensi:
https://help.github.com/en/articles/configuring-a-remote-for-a-fork
https://nearsoft.com/blog/how-to-synchronize-your-github-fork/

Jumat, 07 Juni 2019

Mengamankan Akses Controller pada CodeIgniter

Memproteksi Akses Controller pada CodeIgniter
Cara Mengamankan Akses Controller pada Framework CodeIgniter - Bila teman-teman pernah menggunakan framework dalam pembuatan aplikasi, pasti sudah tidak terdengar asing dengan istilah "routing" atau "route". URL routing (route) adalah salah satu metode yang digunakan untuk memetakan URL ke dalam sumber daya tertentu dengan memberikan nama lain dari alamat sumber daya yang dimaksud. Dalam framework CodeIgniter, route biasanya digunakan untuk memanipulasi url agar dapat mengakses controller tertentu. Pengaturan route pada framework CodeIgniter berada pada application/config/routes.php.

Pada framework CodeIgniter, kita sebenarnya bisa langsung menggunakan aplikasi kita tanpa mengatur routing terlebih dahulu. Secara default kita bisa memanggil sebuah fungsi dengan cara mengakses lewat URL dengan format: http://namadomain.com/namacontroller/namafungsi.
Berbeda dengan framework PHP lainnya seperti Laravel, setiap Controller yang akan diakses harus dimasukkan ke dalam routes terlebih dahulu. Menurut saya, routing pada Laravel lebih baik daripada CodeIgniter karena lebih membatasi pengguna untuk mengakses Controller yang mungkin tidak kita kehendaki. Selain itu, secara tidak langsung routing dapat menyembunyikan path asli dari struktur Controller kita.

URL routing sering digunakan dalam beberapa hal berikut:
  1. Menjadikan URL sumber daya yang sulit dibaca manusia dengan membuatkan pemetaan baru ke URL alias dari route yang lebih mudah dibaca manusia.
  2. Membuat URL sumber daya menjadi lebih pendek dengan memberikan penamaan routing yang lebih pendek.
  3. Memantau agar URL sesuai dengan format yang diinginkan dengan memanfaatkan fungsi regeluar expression (regex).

Pernah saya temui pertanyaan pada beberapa forum tentang, bagaimana cara agar aplikasi kita hanya bisa diakses apabila sudah di-route seperti Laravel? Atau, bagaimana cara agar controller tidak bisa diakses langsung lewat url, jadi akses hanya lewat routing saja? Dalam hal lain, saya juga menemui kasus agar controller pada aplikasi yang saya bangun tidak bisa diakses secara langsung sebelum di-filter dalam routes. Nah pada tulisan saya kali ini, saya akan berbagi cara agar Controller pada CodeIgniter hanya bisa diakses bila routes sudah diatur.

Berikut adalah langkah-langkah untuk memproteksi Controller pada CodeIgniter agar tidak bisa di-akses secara langsung:
  1. Pertama, buka konfigurasi routing CodeIgniter pada application/config/routes.php
  2. Pada bagian paling bawah, tambahkan kode berikut:
    # Disable Controller access without routing
    $route['(.*)'] = "error404";
    
  3. Tulis semua pengaturan routes teman-teman di atas kode tersebut.

Nah, penjelasan kode tersebut adalah semua halaman akan mengakses http://namadomain.com/error404 secara default, dengan demikian maka semua halaman akan me-response halaman 404.
Bila kita menambahkan pengaturan routing di atas kode tersebut, maka routers pada CI akan menampilkan halaman sesuai dengan apa yang telah di-atur dalam routes.
Demikian cara menonaktifkan akses Controller pada framework CodeIgniter dari saya, semoga bermanfaat.


Referensi:
https://situsali.com/belajar-codeigniter-3-dasar-routing/
https://www.mahadisuta.com/artikel/penerapan-url-routing-pada-framework-codeigniter
https://stackoverflow.com/questions/7618633/routes-in-codeigniter-automatically

Sabtu, 17 Maret 2018

Cara Install Linux Subsystem di Windows 10

Menjalankan Linux di Windows
Cara Install Linux Subsystem di Windows 10 - Windows Subsystem for Linux (WSL) atau nama lainnya dikenal dengan Bash on Ubuntu on Windows, merupakan fitur baru yang ada pada Windows 10 sejak versi Insider Build 14393. Fitur ini memungkinkan kita menjalankan beberapa aplikasi Linux seperti vim, emacs, tmux, git dan lainnya tanpa harus memasangnya pada Virtual Machine. WSL juga memungkinkan kita menginstal dan menjalankan aplikasi melalui manajer paket dari Ubuntu yaitu apt. Saat ini, distribusi Linux yang tersedia pada Windows 10 antara lain yaitu Debian, Ubuntu, OpenSUSE Leap 42,  SUSE Linux Enterprise, dan Kali Linux.

Hal yang harus diperhatikan bahwa WSL (Windows Subsystem Linux) ini merupakan subsystem, yang berarti ada batasan dalam penggunaannya. Ada beberapa aplikasi yang tidak dapat dijalankan pada WSL seperti fdisk, lsblk, lspci, lsusb, atau aplikasi berbasis sistem lainnya. Namun untuk beberapa kegiatan pemrograman WSL sudah cukup untuk melakukannya. Saya sendiri baru mencoba menggunakan WSL untuk membuat Web Development environment dan hasilnya untuk saya sangat membantu dalam kegiatan ngoding yang saya lakukan.

Cara Instal Windows Subsystem Linux (WSL)
  1. Untuk menggunakan WSL ini, gunakan Windows 10 64bit dengan minimum OS Build 14393.
    Cara Cek versi OS Build Windows 10
  2. Aktifkan Developer Mode dengan cara masuk ke Settings -> Update and Security -> For Developers -> pilih Developers Mode.
    Cara Mengaktifkan Fitur Developers Mode pada Windows 10
  3. Setelah proses selesai, buka Turn Windows Features on or off.
    Mengaktifkan Linux Subsystem for Windows melalui Windows Features
  4. Aktifkan Windows Subsystem Linux lalu klik OK, dan tunggu sampai proses instalasi selesai.
    Mengaktifkan Windows Subsystem for Linux

Cara alternatif untuk menginstal Linux Subsystem di Windows 10 dapat menggunakan Powershell dengan menjalankannya sebagai Administrator (Run as Administrator). Cara nya yaitu
  1. Buka Powershell dan jalankan dengan Run as Administrator.
    Cara Install Linux di Windows dengan Powershell
  2. Kemudian lakukan perintah berikut:
    Enable-WindowsOptionalFeature -Online -FeatureName Microsoft-Windows-Subsystem-Linux
  3. Jika WSL sudah selesai dipasang, kita jalankan melalui Command Prompt dengan mengetik bash.
    Cara Menjalankan Linux melalui Command Prompt di Windows
  4. Nantinya kita akan dimintai membuat username dan password untuk Subsystem Linux kita, ikuti semua instruksi yang diberikan hingga instalasi selesai.
    Proses Instalasi Linux Subsystem di Windows

Cara lain untuk menginstal Linux Subsystem yaitu melalui Microsoft Store, kita hanya mencari aplikasi Ubuntu dan instal.
Cara Install Linux Subsystem for Windows melalui Windows Store

Sekarang Susbystem Linux sudah terpasang di OS Windows 10 kita. Kita bisa memasang aplikasi tambahan sesuai yang kita kehendaki. Selamat mencoba!


Keyword:

Referensi:
https://docs.microsoft.com/en-us/windows/wsl/install-win10
https://situsali.com/memasang-windows-subsystem-linux-wsl-di-windows-10/
http://www.sekedartrick.com/2017/08/install-distro-linux-di-windows-10.html


Rabu, 13 Desember 2017

Cara Menambahkan atau Menghilangkan WWW dengan .htaccess

.htaccess, cara menggunakan .htaccess di Cpanel
Cara Menambahkan atau Menghilangkan WWW dengan .HTACCESS - Beberapa orang memilih untuk menggunakan ataupun tidak menggunakan WWW pada website mereka. Misalnya teman-teman dapat mengakses alamat situs saya ini menggunakan www.kangsunu.web.id ataupun langsung kangsunu.web.id. Secara umum yang saya ketahui, Search Engine lebih suka dengan situs yang menggunakan WWW daripada yang tidak menggunakan WWW. Jadi dalam hal ini, www.kangsunu.web.id lebih baik dari kangsunu.web.id di mata Search Engine. Maka dari itu, dari sisi SEO (Search Engine Optimization) kita lebih baik menggunakan WWW pada situs kita.

Setelah lama saya tidak menulis di blog saya ini, saya akan berbagi cara untuk menambahkan WWW ataupun menghilangkan WWW dari situs kita. Tutorial ini disarankan bagi teman-teman yang mempunyai situs ataupun website yang menggunakan Hosting. Jadi tutorial ini tidak diperuntukkan bagi Anda yang menggunakan platform seperti Blogger ataupun yang sejenisnya.

Untuk menambahkan WWW pada situs kita, silakan tambahkan kode berikut ke dalam file .htaccess kita
#Force www:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^example.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.example.com/$1 [L,R=301,NC]

Sedangkan untuk menghilangkan WWW pada situs kita bisa menggunakan kode berikut
#Force non-www:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\.example\.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://example.com/$1 [L,R=301]

Setelah memasukkan kode tersebut ke dalam file .htaccess kita, maka ketika kita mengetikkan nama domain kita dengan www atau tidak, seharusnya muncul seperti yang kita gunakan di file .htaccess.
Demikian cara untuk menggunakan WWW ataupun menghilangkan WWW pada website kita dengan .htaccess. Bagi teman-teman yang ingin beranya mengenai tulisan ini, teman-teman bisa menggunakan kolom komentar yang ada di bawah tulisan ini. Terimakasih.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done