Kang Sunu — My Personal Blog Notes
News Update
Loading...

Saturday, May 30, 2020

Cara Menggunakan Docker

Cara Menggunakan Docker
Pada tulisan saya sebelumnya kita sudah membahas tentang Cara Menginstal Docker di Linux pada distribusi Manjaro, untuk penginstalan Docker pada OS lain akan kita bahas di lain waktu. Pada tulisan ini saya akan melanjutkan tulisan tersebut mengenai penggunaan Docker. Kita ulas sebentar tentang apa itu Docker.

Docker adalah teknologi containerisasi yang memungkinkan kita untuk membangun, menguji, dan menggunakan aplikasi dengan cepat yang dapat berjalan dimana saja dan terisolasi dalam sebuah wadah yang disebut sebagai container. Docker pada dasarnya merupakan perangkat virtual untuk menjalankan sebuah image. Konsep Docker ini mirip dengan virtual machine, hanya saja Docker memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki virtual machine. Pada saat ini, Docker dapat berjalan pada sistem operasi Linux, Mac OS dan Windows.

Arsitektur pada Docker menggunakan client dan server, yang mana docker client mengirimkan request ke docker daemon untuk untuk membangun, mendistribusikan dan menjalankan container docker. Keduanya (docker client dan docker daemon) dapat berjalan pada sistem yang sama. Antara docker client dan docker daemon berkomunikasi via socket menggunakan RESTful API.
Arsitektur Docker
Arsitetur Docker: https://docs.docker.com/get-started/overview/

Pembahasan yang terdapat tulisan kali ini berisi tentang:


Istilah-istilah pada Docker
Berikut adalah istilah-istilah yang ada pada Docker.

Images
Di dalam Docker, Image merupakan dasar template untuk membuat sebuah docker container. Sebuah image biasanya berisi OS maupun aplikasi yang telah diinstall dan telah jadi (ter-compile). Image ini digunakan untuk menjalankan container. Di Docker Hub, terdapat banyak image yang dapat kita pilih dan kita gunakan sebagai base image.

Container
Container merupakan sebuah image yang telah dikemas dan dapat dijalankan. Kita dapat membuat, memulai, menghentikan, memindahkan ataupun menghapus container menggunakan Docker API atau CLI. Kita juga dapat mengkoneksikan container ke satu jaringan atau bahkan lebih.
Secara default, sebuah container akan terisolasi dari container lainnya dan mesin host.

Docker Registry
Docker Registry adalah repositori distribusi dari kumpulan docker image yang terpusat, baik bersifat public ataupun private. Docker Registry yang bersifat public disebut dengan Docker Hub. Disini kita dapat berbagi image yang telah kita buat ataupun menggunakan image yang sudah ada yang dibuat oleh orang lain.

Dockerfile
Dockerfile merupakan sebuah file yang mana pada file tersebut berisikan berbagai macam instruksi yang akan dieksekusi untuk membangun sebuah image.


Perintah-perintah pada Docker
Docker memiliki berbagai macam perintah dalam penggunaannya, berikut penjelasan fungsi dan perintah yang digunakan pada Docker.

Download Docker Image
Untuk mendownload sebuah image dari Docker Hub, gunakan perintah berikut:
docker pull [image name]
Contoh:
docker pull hello-world
Hasilnya akan seperti ini:
Using default tag: latest
latest: Pulling from library/hello-world
0e03bdcc26d7: Pull complete                                                                                             Digest: sha256:6a65f928fb91fcfbc963f7aa6d57c8eeb426ad9a20c7ee045538ef34847f44f1
Status: Downloaded newer image for hello-world:latest
docker.io/library/hello-world:latest
Perlu diketahui bahwasannya kecepatan download dari image yang kita ambil tergantung koneksi internet yang kita pakai.

Melihat Daftar Image
Perintah ini berfungsi untuk melihat image yang pernah kita download ataupun kita buat.
# v1
docker images

# v2
docker image ls

# Contoh Output
REPOSITORY              TAG                 IMAGE ID            CREATED             SIZE
mysql                   8.0.20              a7a67c95e831        4 weeks ago         541MB
jenkins/jenkins         lts-alpine          58047ae198b8        4 weeks ago         228MB
mariadb                 latest              b6184b68d1fd        4 weeks ago         357MB
phpmyadmin/phpmyadmin   latest              f257b784d16f        5 weeks ago         468MB
php                     7.3-fpm-alpine      9a43543afbeb        5 weeks ago         74.6MB

Menghapus Image
docker rmi [image ID]

Membuat Container Baru
Perlu diingat, untuk membuat sebuah container dibutuhkan sebuah image. Jadi sebelum membuat container pastikan image sudah tersedia. Untuk membuat container baru gunakan perintah berikut:
docker run [image name] [command to run]
Pada command to run kita bisa menambahkan `-d` agar container berjalan di background.

Melihat Container yang Berjalan
Perintah ini digunakan untuk melihat daftar dari container yang sedang digunakan.
docker ps

Melihat Semua Container yang Ada
Pada perintah ini digunakan untuk melihat semua container yang ada, baik yang sedang digunakan ataupun tidak.
# v1
docker ps --all

# v2
docker ps -a

# Contoh Output
CONTAINER ID        IMAGE                        COMMAND                  CREATED             STATUS                     PORTS                                              NAMES
eaf30c3e8c05        hello-world                  "/hello"                 5 minutes ago       Exited (0) 5 minutes ago                                                      frosty_newton
fe30a0e38d8f        hello-world                  "/hello"                 6 minutes ago       Exited (0) 6 minutes ago                                                      pedantic_bhaskara
d0cfe3e795e7        hello-world                  "/hello"                 7 minutes ago       Exited (0) 7 minutes ago                                                      unruffled_neumann
9fcfcdd4c6f1        phpmyadmin/phpmyadmin        "/docker-entrypoint.…"   3 weeks ago         Exited (0) 2 weeks ago                                                        phpmyadmin
bb240e070dc4        mariadb                      "docker-entrypoint.s…"   3 weeks ago         Exited (0) 2 weeks ago                                                        mariadb
b88e431c0211        jenkins/jenkins:lts-alpine   "/sbin/tini -- /usr/…"   3 weeks ago         Exited (255) 3 weeks ago   0.0.0.0:8080->8080/tcp, 0.0.0.0:50000->50000/tcp   jenkins

Menjalankan Container
Perintah ini digunakan untuk memulai atau menjalankan container yang sudah ada.
docker start [container ID]

Menghentikan / Stop Container
docker stop [container ID]

Menghapus Container
Perintah berikut digunakan untuk menghapus container yang sudah kita buat.
docker rm [container ID]


Demikian sedikit dasar cara penggunaan Docker. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Docker, kalian bisa melihat dokumentasi resmi dari Docker. Terima kasih.

Keywords:

Referensi:
- https://docs.docker.com/get-started/overview/
- https://andykamt.com/belajar-docker-mengenal-docker-dan-install-docker/

Thursday, May 28, 2020

Cara Install Docker di Linux Manjaro

Cara Install Docker di Linux
Baru-baru ini saya sedang belajar tentang Docker, sehingga saya memutuskan mencoba untuk menulis apa yang telah dipelajari. Apa itu Docker? Dari beberapa artikel yang tersebar di internet, mungkin dapat disimpulkan sebagai berikut. Docker adalah sebuah aplikasi open source yang mana memungkinkan sebuah aplikasi dapat berjalan pada wadah yang terisolasi dan mandiri. Jadi aplikasi dapat tetap berjalan dimana saja tanpa memandang sistem operasi.
Untuk bagian pertama dari tulisan saya mengenai Docker, saya akan menulis cara install docker di Linux Manjaro. Langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam instalasi Docker di Manjaro adalah sebagai berikut:
  1. Update Manjaro
  2. Install Docker
  3. Konfigurasi Docker User
Langkah 1: Update Manjaro
Pada langkah pertama, sebaiknya kita memiliki sistem yang paling baru (up-to-date). Untuk meng-update sistem operasi Linux Manjaro, silahkan buka terminal dan eksekusi perintah berikut:
sudo pacman -Syu

Langkah 2: Install Docker
Untuk menginstal Docker di Manjaro bisa dibilang cukup mudah, lakukan perintah berikut:
sudo pacman -S docker
Kemudian, kita atur agar docker berjalan otomatis saat startup dengan perintah berikut:
sudo systemctl start docker
sudo systemctl enable docker
Baik, sampai disini seharusnya Docker sudah terinstall dengan baik. Untuk mengecek apakah docker sudah terinstal, bisa menggunakan perintah berikut:
sudo docker version

Langkah 3: Konfigurasi Docker User
Secara default, hanya pengguna yang memiliki akses root dan sudo yang dapat menjalankan dan mengelola Docker. Jika ingin menjalankan Docker tanpa perintah `sudo` pada setiap perintah, jalankan perintah berikut:
sudo usermod -aG docker $USER
Kemudian restart, dengan demikian kita dapat menjalankan Docker tanpa perlu menggunakan akses `root` atau menggunakan `sudo` lagi.

Demikian cara install Docker di Linux Manjaro / Arch Linux. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Monday, March 9, 2020

Auto Deploy CodeIgniter dengan Gitlab-CI dan Heroku

Auto Deploy Codeigniter ke Heroku dengan Gitlab CI/CD

Kehadiran GIT sangat membantu kita dalam pengembangan aplikasi, apalagi kita yang bekerja dalam sebuah tim. Pengembangan software saat ini sudah mulai banyak beralih menggunakan Continuous Integration (CI), Continuous Delivery (CD) dan Continuous Deployment (CD) atau lebih sering disebut dengan istilah CI/CD.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi cara tentang mendeploy aplikasi PHP dengan framework CodeIgniter ke Heroku. Saya anggap kalian yang datang membaca tulisan saya ini telah memahami apa itu Git, Gitlab dan Heroku.

Persiapan:

Langkah:
Dalam tulisan ini, cara deploy aplikasi CodeIgniter akan saya urutkan menjadi beberapa step seperti ini:


# Pengaturan Heroku
Pada langkah ini, kita akan mengambil nama projek dan API KEY dari akun Heroku yang telah kita buat. Jadi saya harap teman-teman sudah memiliki akun Heroku, bila belum memiliki akun Heroku silahkan daftar melalui heroku.com.
  1. Langkah pertama, silahkan persiapkan projek kalian dengan membuat projek baru ataupun menggunakan projek yang sudah ada.
    Sebagai contoh, saya membuat projek baru dengan nama codeigniter-autodeploy.
    Membuat Projek Baru di Heroku
    Nantinya, projek yang baru saja kita buat akan beralamat namaprojek.herokuapp.com. Pada projek yang baru saja saya buat maka projek akan beralamat http://codeigniter-autodeploy.herokuapp.com/.
  2. Kemudian, ambil API-KEY dari akun Heroku kita dengan cara masuk ke Account Settings yang terdapat pada panel user akun Heroku kalian.
  3. Selanjutnya pada bagian bawah akan terlihat API Key dari akun Heroku kalian, salin dan simpan API Key kalian.
Dari langkah pengaturan Heroku ini, kita akan menyimpan nama projek dan API Key dari akun Heroku kita. Pada bagian ini, maka nama projek dan API Key saya adalah:
HEROKU_APP: codeigniter-autodeploy
HEROKU_API_KEY: gd54434-xxxx-xxxx-xxxx-0r4ls923s9


# Pengaturan Gitlab Repositori
Baiklah, pada tahap ini kita menyiapkan sebuah repositori yang ada pada Gitlab kita. Bila belum memiliki repositori, silahkan buat terlebih dahulu dan isikan project dari CodeIgniter atau kalian bisa menggunakan repositori yang sudah ada yang berisi aplikasi CodeIgniter.

Kemudian, simpan credential dari Heroku yang telah kita dapatkan tadi yaitu HEROKU_APP dan HEROKU_API_KEY ke dalam Gitlab CI/CD Variable. Caranya, buka pengaturan CI/CD pada repositori yang kalian gunakan kemudian atur seperti gambar berikut:
Cara Menambahkan Variable di Gitlab CI/CD


# Deploy Aplikasi CodeIgniter
Langkah terakhir kita akan mengatur otomatisasi deployment (auto deploy) aplikasi CodeIgniter kita pada Heroku. Jadi setiap ada kodingan yang ter-push ke repositori, maka Heroku akan menggunakan kodingan yang terbaru sesuai dengan apa yang terdapat pada repositori. Untuk membuat auto deploy ini, kita cukup membuat file .gitlab-ci.yml pada root repositori.
Berikut adalah script .gitlab-ci.yml yang kita gunakan untuk membuat auto deploy pada projek CodeIgniter kita:
# Auto Deploy CodeIgniter with Gitlab by Kang Sunu
# https://www.kangsunu.web.id/2020/03/auto-deploy-codeigniter-dengan-gitlab.html
heroku:
  stage: deploy
  only:
    - master
  script:
    - apt-get update -qy
    - apt-get install -y ruby
    - gem install dpl
    - dpl --provider=heroku --app=$HEROKU_APP --api-key=$HEROKU_API_KEY

Perlu kita ketahui, Heroku membutuhkan Web Server untuk menjalankan script PHP yang terdapat pada repositori kita. Maka dari itu, kita perlu menambahkan script untuk menginstal Web Server di Heroku terlebih dahulu dengan cara menambahkan file Procfile pada root repositori. Pada umumnya Web Server yang digunakan yaitu Apache2 dan Nginx, berikut adalah script Procfile yang digunakan untuk menambahkan Apache2 ataupun Nginx pada Heroku.
Procfile untuk Apache2:
web: vendor/bin/heroku-php-apache2

Sedangkan untuk Nginx, kita membutuhkan dua file konfigurasi, yaitu Procfile dan heroku.nginx.conf (opsional) untuk mengaktifkan rewrite url.
Procfile untuk Nginx:
web: vendor/bin/heroku-php-nginx -C heroku.nginx.conf

heroku.nginx.conf
index index.html index.php;

location / {
    # try to serve file directly, fallback to rewrite
    try_files $uri $uri/ @rewriteapp;
}

location @rewriteapp {
    # rewrite all to app.php
    rewrite ^(.*)$ /index.php/$1 last;
}

location ~ ^/(app|app_dev|config)\.php(/|$) {
    try_files @heroku-fcgi @heroku-fcgi;
    internal;
}


location = /favicon.ico { access_log off; log_not_found off; }
location = /robots.txt  { access_log off; log_not_found off; }
error_page 404 /index.php;


Semua proses konfigurasi pada tahap ini sudah selesai semua, sentuhan terakhir yaitu menambahkan file konfigurasi yang telah kita buat tadi ke dalam repositori projek kita dengan cara push.
Source code konfigurasi pada tulisan saya ini bisa dilihat di Github saya disini https://github.com/sunuazizrahayu/codeigniter-heroku-autodeploy.

Demikian tulisan saya mengenai pembuatan auto deploy Codeigniter di Heroku menggunakan Gitlab CI/CD, semoga tulisan saya ini bermanfaat dan menjadi amal baik saya. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

Tuesday, February 4, 2020

Cara Instal LEMP Stack (Nginx, MySQL, PHP) di Ubuntu

Bagi teman-teman yang merupakan web developer, pasti sudah tidak asing dengan istilah LEMP. LEMP adalah singkatan dari Linux, NGINX, MySQL dan PHP. Jadi LEMP stack adalah seperangkat aplikasi yang digunakan secara bersamaan untuk menjalankan web server pada sistem operasi Linux. LEMP sendiri bagi saya sangat bermanfaat dalam development aplikasi PHP. Pada operasi sistem Windows, biasa kita kenal pada aplikasi yang bernama XAMPP yang mana pada aplikasi tersebut sudah mencantumkan Apache sebagai web server, MariaDB / MySQL sebagai database, dan PHP sebagai bahasa pemrograman.
Pada tutorial kali ini saya berbagi tutorial tentang cara instal LEMP Stack di Linux yang mana saya menggunakan Ubuntu 18.04 dan PHP 7.3, sedangkan untuk versi lain bisa menyesuaikan.
Langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam instalasi LEMP (Nginx, MySQL, PHP) di Ubuntu yaitu:
  1. Instal Nginx
  2. Instal PHP 7.3
  3. Instal MySQL
  4. Instal phpMyAdmin
  5. Konfigurasi Nginx
  6. Konfigurasi MySQL
Langsung saja kita lakukan cara instalasi LEMP di Ubuntu 18.04 dengan PHP versi 7.3.
Instalasi Nginx
sudo apt install nginx

Instalasi PHP 7.3
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
Install beberapa php-extension dengan command berikut:
sudo apt install php7.3-fpm php7.3-cli php7.3-mysql php7.3-gd php7.3-imagick php7.3-recode php7.3-tidy php7.3-xmlrpc

Instalasi MySQL
sudo apt install mysql-server mysql-client

Instalasi phpMyAdmin
wget https://www.phpmyadmin.net/downloads/phpMyAdmin-latest-all-languages.zip -O phpmyadmin.zip
unzip phpmyadmin.zip
sudo mv phpMyAdmin-*-all-languages /usr/share/phpmyadmin
sudo chmod -R 0755 /usr/share/phpmyadmin
sudo mkdir /usr/share/phpmyadmin/tmp/
sudo chown -R www-data:www-data /usr/share/phpmyadmin/tmp/
sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/html

Konfigurasi Nginx
Backup terlebih dahulu konfigurasi bawaan Nginx kita dengan cara berikut:
sudo cp /etc/nginx/sites-available/default /etc/nginx/sites-available/default.bak
Kemudian kita buka file konfigurasi dari Nginx kita:
sudo nano /etc/nginx/sites-available/default
Tambahkan index.php pada baris berikut:
# Add index.php to the list if you are using PHP
index index.html index.htm index.nginx-debian.html;
Sehingga menjadi:
# Add index.php to the list if you are using PHP
index index.html index.htm index.nginx-debian.html index.php;

Kemudian, uncomment konfigurasi PHP-nya sehingga menjadi seperti ini:
# pass PHP scripts to FastCGI server
#
location ~ \.php$ {
        include snippets/fastcgi-php.conf;

        # With php-fpm (or other unix sockets):
        fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.0-fpm.sock;
#       # With php-cgi (or other tcp sockets):
#       fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
}
Karena pada tulisan ini kita menggunakan PHP 7.3, maka ganti
fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.0-fpm.sock;
menjadi
fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.3-fpm.sock;

Kemudian tambahkan kode konfigurasi berikut:
location /phpmyadmin {
     index index.php index.html index.htm;
     root /usr/share;
}

Sehingga konfigurasi akhirnya akan seperti ini:
server {
 listen 80 default_server;
 listen [::]:80 default_server;

 # include snippets/snakeoil.conf;

 root /var/www/html;

 # Add index.php to the list if you are using PHP
 index index.html index.htm index.nginx-debian.html index.php;

 server_name _;

 location / {
  # First attempt to serve request as file, then
  # as directory, then fall back to displaying a 404.
  try_files $uri $uri/ =404;
 }

 location /phpmyadmin {
  index index.php index.html index.htm;
  root /usr/share;
 }

 # pass PHP scripts to FastCGI server
 #
 location ~ \.php$ {
  include snippets/fastcgi-php.conf;
 
  # With php-fpm (or other unix sockets):
  fastcgi_pass unix:/var/run/php/php7.3-fpm.sock;
  # With php-cgi (or other tcp sockets):
  ##fastcgi_pass 127.0.0.1:9000;
 }
}

Konfigurasi MySQL
Konfigurasi MySQL ini akan kita gunakan untuk mengakses phpMyAdmin yang telah kita instal tadi.
sudo mysql
CREATE USER 'usernamekamu'@'localhost' IDENTIFIED BY 'passwordkamu';
GRANT ALL PRIVILEGES ON * . * TO 'usernamekamu'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;

Baik, setelah semua telah terkonfigurasi, masukkan perintah berikut:
sudo service nginx restart; sudo service php7.3-fpm start; sudo service mysql start;

Demikian adalah cara instal LEMP Stack di Ubuntu. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman developer yang sedang mencari artikel untuk menginstal LEMP.

*Diperbaharui pada 13 Maret 2020

Saturday, October 5, 2019

Cara Menggunakan phpdotenv ( .env ) pada CodeIgniter 3

Integrasi .env pada CodeIgniter

Saat kita membangun sebuah aplikasi, kebanyakan dari kita biasanya menyimpan data credential seperti konfigurasi database maupun yang lainnya langsung pada kode program. Apabila kita sudah bekerja secara tim dalam membangun sebuah proyek aplikasi, bisa jadi antar developer menggunakan credential yang berbeda. Hal seperti ini tentunya akan menghambat kerjasama tim karena harus menyamakan credential antar developer terlebih dahulu. Belum lagi kita juga harus mengkonfigurasi data credential antar environment.
Pada framework CodeIgniter, kita dapat memisahkan data credential antar environment dengan cara memisahkannya dengan direktori. Namun hal ini, data tersebut tetap akan masuk pada Git repo. Hal ini pun kurang begitu efektif dan tidak begitu aman karena semua kolaborator pada proyek tersebut dapat mengetahui data credential yang bisa jadi hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan untuk menyimpan data credential tersebut.
Permasalahan seperti ini pernah saya alami saat mengatur data credential pada development environment, yang mana pada saat itu terjadi konflik pada pengaturan config database saat melakukan merge pada repo. Selain itu saya juga harus mengganti konfigurasi lainnya pada server production yang mana seperti kita ketahui, konfigurasi di CodeIgniter berada pada file yang berbeda-beda. Jadi kita harus mengedit satu-per-satu file konfigurasi sesuai dengan environment yang kita pakai. Untuk mengatur data credential yang saling terpisah tersebut ternyata lumayan memakan waktu. Hingga akhirnya kami (saya dan tim developer lain) berdiskusi dan memutuskan untuk menggunakan file .env sebagai tempat untuk menyimpan seluruh data credential. Pengambilan keputusan ini juga terinspirasi dari framework Laravel yang mana pada framework tersebut memang sudah menggunakan file .env sebagai tempat penyimpanan data credentialnya. Dan disini kita akan mengimplementasi file .env agar berjalan di framework CodeIgniter.

Instalasi phpdotenv di CodeIgniter
Untuk langkah pertama, kita harus mengaktifkan composer pada proyek CodeIgniter terlebih dahulu. Untuk cara instalasi composer di CodeIgniter akan saya paparkan di lain waktu.
  1. Buka file config.php yang terdapat pada path berikut:
    application/config/config.php
  2. Aktifkan Composer
    $config['composer_autoload'] = true;
  3. Masuk ke directori application melalui command line dan lakukan perintah berikut:
    composer require vlucas/phpdotenv ^3.6
    composer install
  4. Langkah pertama untuk Instalasi package PhpDotENV di CodeIgniter selesai.

Konfigurasi phpdotenv di CodeIgniter
Pada langkah kedua ini, kita akan melakukan konfigurasi agar CodeIgniter otomatis membaca file .env. Ada beberapa cara untuk melakukan konfigurasi phpdotenv pada CodeIgniter, salah satunya menggunakan Hooks. Untuk menggunakan fitur Hooks dari CodeIgniter, kita aktifkan dulu melalui file config.php yang terdapat pada application/config/config.php menjadi seperti ini:
$config['enable_hooks'] = TRUE;
Lalu buka file hooks.php yang terdapat pada application/config/hooks.php dan masukkan kode berikut:
# Load phpdotenv
$hook['pre_system'] = function() {
 $dotenv = Dotenv\Dotenv::create(APPPATH);
 $dotenv->load();
};

Selanjutnya, buatlah file .env di dalam direktori application. Gunakan text editor seperti Sublime atau yang lainnya untuk membuat file tersebut.

Penggunaan .env pada CodeIgniter
Pada bagian ini adalah langkah terakhir dalam integrasi .env pada CodeIgniter, yaitu menggunakan variabel ENVIRONMENT pada konfigurasi bawaan CI. Sebagai contoh saya akan mengubah konfigurasi database menggunakan .env.
  1. Buka file .env yang sudah kita buat pada langkah sebelumnya dan masukkan data berikut:
    # Database Configuration
    DB_HOSTNAME="localhost"
    DB_USERNAME=""
    DB_PASSWORD=""
    DB_DATABASE=""
    DB_DRIVER="mysqli"
  2. Buka file konfigurasi database.php yang terdapat pada application/config/database.php
  3. Ganti value dari variabel konfigurasi dengan variabel environment seperti contoh di bawah ini:
     'hostname' => getenv('DB_HOSTNAME'),
     'username' => getenv('DB_USERNAME'),
     'password' => getenv('DB_PASSWORD'),
     'database' => getenv('DB_DATABASE'),
     'dbdriver' => getenv('DB_DRIVER'),
    *NB: penggunaan environment variabel bisa menggunakan getenv(), $_ENV[], $_SERVER[]

Baiklah, demikian cara integrasi file .env pada framework CodeIgniter. Semoga tulisan saya bermanfaat untuk teman-teman yang pernah ataupun sedang mengalami permasalahan yang sama seperti saya. Penggunaan file .env pada tulisan saya ini hanyalah contoh kecil dari penggunaan package phpdotenv itu sendiri, semoga teman-teman dapat mengembangkan penggunaan .env itu sendiri.
Contoh dari penggunaan .env di CodeIgniter bisa dilihat di akun github saya disini:
https://github.com/sunuazizrahayu/phpdotenv-for-codeigniter

*Diperbaharui pada, 8 Februari 2020


Referensi:
http://roopampoddar.com/2016/01/26/integrating-phpdotenv-env-files-in-codeigniter-3-0-using-hooks/

Thursday, October 3, 2019

Sinkronisasi Github Fork Repositori Agar Selalu Update

Saat kita melakukan kolaborasi dalam sebuah proyek Open Source, kita biasanya diminta untuk melakukan percabangan atau fork dari repositori asli (selanjutnya saya singkat menjadi repo). Fork adalah aktivitas melakukan salinan proyek kedalam akun Github kita. Hasil salinan ini memungkinkan kita untuk bebas bereksperimen ataupun melakukan perubahan tanpa mempengaruhi repo asli / utamanya.

Saat kita melakukan percabangan repo (fork), kita tidak akan mendapatkan update dari repo asli. Hal ini menyebabkan apabila repo utama memiliki update, fork repo pada akun Github kita tidak akan otomatis mengikuti repo aslinya. Jadi untuk menghindari masalah saat kita mencoba untuk melakukan sebuah perubahan / commit, lebih baik kita menjaga agar fork repo tetap up to date.

Berikut cara membuat Fork Repositori kita agar selalu uptodate.
  1. Pertama, lakukan fork dan clone repositori terlebih dahulu.
  2. Kedua, masuk kedalam direktori repositori tersebut. 
  3. Lihat list remote yang terdapat pada fork repo yang telah kita clone dengan perintah berikut.
    git remote -v
  4. Tambahkan remote asli dari repo yang kita fork dengan perintah berikut:
    git remote add upstream https://github.com/ORIGINAL_OWNER/ORIGINAL_REPOSITORY.git
  5. Lakukan fetch dari repo asli
    git fetch upstream
  6. Bila sudah, sekarang kita pindah ke branch master
    git checkout master
  7. Lakukan merge dari upstream/master kedalam branch master
    git merge upstream/master

Sekarang perubahan yang ada pada repo asli sudah dimasukkan ke dalam lokal branch kita, lakukan push apabila kamu ingin memperbaharui fork repo kamu. Hal yang perlu kita ingat bahwa sebelum kita melakukan perubahan, pastikan untuk memperbarui fork repo kita. Hal ini akan menghindari kita menemui konflik saat melakukan merge. Lakukan step 5 sampai 7 secara berkala agar kita selalu mendapatkan update terbaru dari repo asli.
Demikian tips agar membuat fork repository selalu up-to-date, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan tulisan saya ini. Terimakasih.

Referensi:
https://help.github.com/en/articles/configuring-a-remote-for-a-fork
https://nearsoft.com/blog/how-to-synchronize-your-github-fork/

Friday, June 7, 2019

Mengamankan Akses Controller pada CodeIgniter

Memproteksi Akses Controller pada CodeIgniter
Cara Mengamankan Akses Controller pada Framework CodeIgniter - Bila teman-teman pernah menggunakan framework dalam pembuatan aplikasi, pasti sudah tidak terdengar asing dengan istilah "routing" atau "route". URL routing (route) adalah salah satu metode yang digunakan untuk memetakan URL ke dalam sumber daya tertentu dengan memberikan nama lain dari alamat sumber daya yang dimaksud. Dalam framework CodeIgniter, route biasanya digunakan untuk memanipulasi url agar dapat mengakses controller tertentu. Pengaturan route pada framework CodeIgniter berada pada application/config/routes.php.

Pada framework CodeIgniter, kita sebenarnya bisa langsung menggunakan aplikasi kita tanpa mengatur routing terlebih dahulu. Secara default kita bisa memanggil sebuah fungsi dengan cara mengakses lewat URL dengan format: http://namadomain.com/namacontroller/namafungsi.
Berbeda dengan framework PHP lainnya seperti Laravel, setiap Controller yang akan diakses harus dimasukkan ke dalam routes terlebih dahulu. Menurut saya, routing pada Laravel lebih baik daripada CodeIgniter karena lebih membatasi pengguna untuk mengakses Controller yang mungkin tidak kita kehendaki. Selain itu, secara tidak langsung routing dapat menyembunyikan path asli dari struktur Controller kita.

URL routing sering digunakan dalam beberapa hal berikut:
  1. Menjadikan URL sumber daya yang sulit dibaca manusia dengan membuatkan pemetaan baru ke URL alias dari route yang lebih mudah dibaca manusia.
  2. Membuat URL sumber daya menjadi lebih pendek dengan memberikan penamaan routing yang lebih pendek.
  3. Memantau agar URL sesuai dengan format yang diinginkan dengan memanfaatkan fungsi regeluar expression (regex).

Pernah saya temui pertanyaan pada beberapa forum tentang, bagaimana cara agar aplikasi kita hanya bisa diakses apabila sudah di-route seperti Laravel? Atau, bagaimana cara agar controller tidak bisa diakses langsung lewat url, jadi akses hanya lewat routing saja? Dalam hal lain, saya juga menemui kasus agar controller pada aplikasi yang saya bangun tidak bisa diakses secara langsung sebelum di-filter dalam routes. Nah pada tulisan saya kali ini, saya akan berbagi cara agar Controller pada CodeIgniter hanya bisa diakses bila routes sudah diatur.

Berikut adalah langkah-langkah untuk memproteksi Controller pada CodeIgniter agar tidak bisa di-akses secara langsung:
  1. Pertama, buka konfigurasi routing CodeIgniter pada application/config/routes.php
  2. Pada bagian paling bawah, tambahkan kode berikut:
    # Disable Controller access without routing
    $route['(.*)'] = "error404";
    
  3. Tulis semua pengaturan routes teman-teman di atas kode tersebut.

Nah, penjelasan kode tersebut adalah semua halaman akan mengakses http://namadomain.com/error404 secara default, dengan demikian maka semua halaman akan me-response halaman 404.
Bila kita menambahkan pengaturan routing di atas kode tersebut, maka routers pada CI akan menampilkan halaman sesuai dengan apa yang telah di-atur dalam routes.
Demikian cara menonaktifkan akses Controller pada framework CodeIgniter dari saya, semoga bermanfaat.


Referensi:
https://situsali.com/belajar-codeigniter-3-dasar-routing/
https://www.mahadisuta.com/artikel/penerapan-url-routing-pada-framework-codeigniter
https://stackoverflow.com/questions/7618633/routes-in-codeigniter-automatically
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done